• Beranda
  • Artikel dan Esai
  • Akademik
    • Beasiswa dan Kepemudaan
    • Tugas Kuliah
    • Soon
  • Puisi
  • Cerpen
  • Pidato
  • #Berani Merasa
  • Excel
instagram facebook youtube Google+ bloglovin Email

Aksara Fauzi

"Aku hadir saat mata terpejam..."


Assalamualaikum wr.wb. 

Si Kabayan makan sekoteng

Besoknya makan lontong

Yang cantik dan ganteng-ganteng

Salam saya jawab dong..


Hamdan wa syukron lillah, solatan wa sallaman ‘alaa rosuulillah. Wa’alaa alihi wa ash-habihi waman tabi’a hudah. (amma ba’du)


Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah swt. sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul dalam acara (........................) ini dalam keadaan sehat walafiat.


Shalawat dan salam semoga tetap dilimpahkan kepada baginda kita, Nabi Muhammad Saw., yang senantiasa mendorong ummatnya untuk belajar sepanjang masa.


Teman-teman, (…………………….…….) mau tanya.

Waktu kita kecil, apakah kita tiba-tiba bisa berhitung sendiri? Tiiiidak

Membaca sendiri? Tiiiidak

Menulis sendiri? Tiiiidak


Naah,, teman-teman, itulah yang patut kita syukuri saat ini. Kita sekarang sudah bisa berhitung, membaca dan menulis sendiri. Semuanya kita dapat karena diajarkan oleh orangtua dan bapak ibu guru kita dengan sabar. Bukan bawaan kita dari lahir. iiiih…coba bayangkan kalo bayi baru lahir, tiba-tiba berhitung satuu,,duaa,,, tiga,,, atau tiba-tiba berebet lumpat, saya yakin teman-teman akan ngeri!


Belajar bukan berarti harus betul semua, dan bernilai seratus semua. Bahkan belajar juga dari kesalahan. Seperti saat kita belajar berdiri, pasti terjatuh terlebih dahulu. Makanya nih,, ayah, ibu, bapak ibu guru, apabila kami melakukan kesalahan, tak perlu marah ya……ingatkan saja kami agar menjadi lebih baik. Betul betul betul?.. betuuul.


Hadirin yang dirahmati Allah..


Ngomong-ngomong tentang belajar, saat ini kegiatan belajar sedang berubah 180 derajat. Gara-gara korodok, ehhh korona, kegiatan belajar di sekolah diliburkan dan diganti dengan belajar di rumah. Duh.. repot ya. Padahal, lebih enak belajar di sekolah. Bisa ketemu guru, main sama teman-teman, dan tentunya dapet uang jajan dari orangtua, hehe..


Meskipun keadaan sedang darurat seperti ini, beljar harus tetap dilakukan ya. Kan belajar bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. Dengan belajar, kita akan mampu membedakan yang haq dan yang bathil. Dengan belajar juga, kita akan lebih mantap dalam menjalankan ibadah kepada Allah swt.. Oleh karena itu kita harus menyadari bahwa belajar menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimat, dan harus dilakukan sejak baru dilahirkan hingga kita mati. Rosullullah SAW bersabda :


“Tholabul ‘ilmi faridotun ‘ala kulli muslim”

(Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim)

“Uthlubul ‘ilma minal mahdi ilal lahdi”

(Tuntutlah ilmu sejak dari lahir hingga ke liang lahat)           


Hadirin yang dirahmati Allah…


Tidak ada alasan untuk tidak belajar, meskipun sedang di tengah pandemi seperti saat ini. Sekarang, belajar udah gampang banget. Dengan internet, kita bisa belajar banyak hal. Gak tau jawaban PR, bisa cari di mbah google. Gak ngerti pelajaran, bisa nonton youtube. Semua itu kembali kepada kita masing-masing. Jika kita mau berusaha, pasti ada jalannya. Dan ingat, bahwa dengan belajar, derajat kita akan ditinggikan oleh Allah SWT. Sebagaimana firmannya dalam Q.S. Al-Mujadilah ayat 11:


“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”


Coba deh kita cek dalam kehidupan dunia dulu. Apakah seorang arsitek, gajinya sama dengan kuli bangunan? Tiiidaak… Kenapa ya? Padahal kuli bangunan lebih capek tenaga, dari pagi sampai sore di bawah terik matahari dan penuh keringat, sedangkan arsitek lebih banyak berteduh dan memerhatikan kerja kuli. Jelas, karena arsitek, sekolahnya sampai ke pendidikan tinggi, sedangkan kuli bangunan tidak. Jadi, teman-teman mau terus belajar dan bisa jadi arsitek?


Hadirin yang dirahmati Allah…


Maka dari itu, marilah kita belajar dengan rajin agar segala cita-cita bisa tercapai. marilah kita manfaat waktu kita sebaik-baiknya dengan belajar, dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Rintangan karena Corona ini jangan dijadikan alasan untuk berhenti belajar. Jangan sampai malah lebih sering main layangan di sawah daripada belajar. Dan tentunya orangtua pun harus bisa lebih sabar dengan kami yang tidak jarang gak bisa mengerjakan PR. Jangan dimarahin terus ya Bu, Pak..


Bikin sate setengan mateng

Dibungkus sama neng asih

Sekian dari (………………..) yang ganteng

Sampai jumpa dan terimakasih


Wallohul muwaafiq ilaa aqwaamiththoriq

Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokaaaaaatuh

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Source: Quotefancy


Assalamualaikum wr.wb.

Your excellences the lecturer of English Language
Your excellences all the audiences

First of all, let’s thanks and pray to our God, Allah SWT. Who has given us mercy and blessing, so we can come and gather in this place in good condition.
Second of all, may salutation and peace always be given for our prophet, Muhammad SAW. The last messenger of God, who has guided us from the darkness, from the stupidity, and from jahiliyyah to Islamiyah.
Third of all, I won’t forget to say thanks to the lecturer of English language, who has given me a chance to give a speech.

Ladies and gentleman...

In this opportunity, I’d like to present a speech about “War Ethics in Islam”

Ladies and gentleman

There is a question that always be asked by others, Muslims or Non-Muslims. “Why did Muhammad go to war?”

The Prophet did not initiate war against anyone who offered to make peace with him. War is a last resort in Islam for the physical defence of the community and it is not a means to force people to enter Islam. Peaceful coexistence among different religions is highly preferred over conflict. For example, the war between Muslim and Quraish in Muhammad’s era.

Since the start of hostilities or the state of war, every individual of Quraish or the Meccans was a public enemy of the Muslims and liable to be treated as such in his person and property, except those who were unable to take part in the hostilities, or, as a matter of fact, abstained from engaging in them. It was different with Quraish treatment to enemies (Muslims). Muslims were tortured at the hands of the ungodly and fierce Quraish. And the Muslims who became prisoners, are not given the properly fed and other services.

History stands testimony to the bitter fact that the victorious nations let loose a reign of terror against the helpless prisoners of war. Islam strictly forbids such inhuman actions. During their captivity, the prisoners must be treated kindly. They have to be properly fed, clothed and looked after.

We can take the lesson from the victory of Muslim in war, was not of man's glory but humility, not of power but of service, not an appeal to vanity but a realization of Allah's mercy.

Ladies and gentleman…

Now, we have known that war in Islam is different from other wars in this world. And I think, today, war isn’t a choice. Because, the war isn’t for defend but just for the personal interests of a country, enriching themselves, or expanding the territory of the country. One message from me, Stop the war and violence, spread love and peace, let’s make this world a better place.

Thank you for your best attention.

Wassalamualaikum..

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Source: artikeldaninformasi.com

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Your excellences all the juries council
Your excellences master of ceremony
Your excellences all audiences

First of all, let’s thank to Allah SWT. who has given us blessing and mercy, so we can come and gather in this place in a good condition.

Second of all, may salution and peace be given to our prophet, Muhammad SAW, the last messenger of Allah SWT, who has guided us from the darkness and   stupidity to the brightness, from jahiliyah to Islamiyyah.

Third of all, I won’t forget to say thanks to the master of ceremony who has given me a chance to deliver speech in this moment.

Ladies and gentleman …

In this opportunity, I’d like to present a speech about “Creating the Clean Environment in Madrasah“

We often notice slogans in various places, especially in schools including “keep cleanliness” which invites us to keep the environment clean. But the slogan is always ignored, the function of it just like any other ordinary slogans, is mere decoration without any action. Without denying the importance of the slogans that remind us about the cleanliness of our environment, it’s a big question for us ... Have we realized wholeheartedly about the importance of the cleanliness of our environment?

Currently, the awareness to keep the cleanliness of the environment is very sadden ...  very distressing, especially in the most of Islamic education institution. We are so indifferent to the condition of our environment. That can be seen from our school environment which is still polluted with a lot of trash ... it becomes our daily view. Without thinking twice, the students throw the trash carelessly averywhere. 

Then, who is responsible for these all? Keeping the cleanliness of our school environment is not only the responsibility of the school’s janitor, but it is the responsibility of everyone as members of school such as students, teachers, and also staff at the school. We all must involve in keeping our school environment clean. We act as if we do not know that this condition would endanger our own health. The piling up of rubbish can cause various diseases such as dengue disease because rubbish heap could be the breeding place of the dengue mosquitoes, and any other dangerous and deadly desease. 

Ladies and gentleman …
Let’s take other countries as example. One of the country is Singapore, one of ASEAN member which has the majority of their inhabitant are christian. Especially compared with Europe countries which most of the people arenot moslem.  In every corner of their schools, hygiene is absolutely secure. But, now let’s see our beloved country which has the majority of inhabitant are moslem. In every school, garbage strewn everywhere. The facilities already polluted with many abandoned food and rubbish. Health and clean school is still just a dream.
Whereas, Islam is a religion that is concerned about cleanliness. Our prophet Muhammad said in hadits:

الطهورشطرالايمان

“Cleanliness is half of faith”

But, if we consider this only a proverb without any action, we should be embarrassed by other countries in the world which most of inhabitans are not moslem. 
Where is our soul of Islam? The soul that always obeys the command of Allah and His Messenger. God said in the Qur’an :

إِنَّ اللَّـهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ 

“indeed, Allah loves those who turn to Him constantly, and He loves those who keep themselves pure and clean.”

Ladies and gentleman …
The cleanliness of our environment depends on our awarness. Creating clean, healthy and beautiful environment is our responsibility. It’s time for us to change the negative stigma about madrasah that is always considered as unclean and unhealthy education institution. So, let’s create and keep our school clean. Remember, keeping cleanliness is obeying God.

Ladies and gentleman …

That’s all my speech. Thanks for your best attention.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

---000---

It was created for English Speech Competition (Aksioma 2016) in Bekasi
Although I didn't get the "trophy"
But I was glad because God had given me a chance to be around the amazing people
And I won't to say THANK YOU SO MUCH to my amazing teacher ever
Mr. Bram

Wish you all the best and May God bless you

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
source: Google

Assalamualaikum wr.wb.
Yang saya hormati Ibu Dosen Bahasa Indonesia
Yang saya banggakan teman-teman seperjuangan

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji serta syukur kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan taufik, hidayah, serta inayah-Nya, sehingga kita dapat berkumpul bersama di tempat ini dalam keadaan sehat wal afiat.

Salawat serta salam marilah senantiasa kita haturkan kepada Nabi Muhammad Saw., yang kita nantikan syafaatnya kelak di yaumil akhir.

Hadirin yang saya hormati..

Pada kesempatan yang berbahagia, saya akan menyampaikan pidato tentang ibu.

Hadirin yang saya hormati..

Berbicara tentang ibu, tidak akan selesai seorang penulis membukukan tentangnya, seorang penyair melukiskan tentangnya, bahkan seorang miliader menggantikan tiap cucur keringat dengan uangnya.
Ibu adalah sagara cinta yang begitu luas. Dirinya adalah sumber ketulusan, tentang senyuman, pengorbanan, dan pengabdian. Ia tak pernah sama sekali menampakan wajah lelahnya di hadapan orang-orang terkasihnya. Bukan hal yang asing lagi, bahwa derajat ibu 3 kali lebih tinggi dibandingkan seorang ayah. Ini bukan berarti seorang ayah itu tidak berarti, namun ini menandakan betapa besarnya pengorbanan yang ibu curahkan dan bahkan berani bertarung nyawa demi kebahagiaan anaknya.

Hadirin yang berbahagia..

Pengorbanan seorang ibu telah Allah tuliskan dalam firmannya Q.S. Luqman ayat 14 yang berbunyi:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“ dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

Ingatlah bahwa ibu adalah sosok mulia yang telah mengandung, melahirkan, menyusui dan membesarkan kita. Diantara kewajiban syariat Islam ialah agama rahmatan lil alamin ini memerintahkan kita berbuat baik kepada kedua orangtua, terutama ibu meski ia musyrik sekalipun.

Hadirin yang berbahagia..

Pada era globalisasi ini masih saja ada anak yang malu mengakui ibunya sendiri. Baik karena rupanya, pekerjaannya, atau bahkan pendidikannya. Tidakkah kita sadari bahwa setiap ibu itu sudah bergelar MSi, apa itu? Yaitu Magister Segala Ilmu. Tak terbayang bukan, menjadi ibu yang baik itu harus banyak belajar dan terus belajar, life long education istilah kerennya. Ibu harus belajar akuntansi, agar bisa mengurus pendapatan keluarga, belajar ilmu tata boga agar bisa menjadi chef yang hebat untuk keluarganya, belajar ilmu keguruan karena ia adalah sekolah pertama untuk anaknya, belajar agama karena ibulah yang pertama kali mengenalkan anak kepada Allah serta membangun akhlak yang qurani, belajar ilmu kesehatan agar bisa mengurus keluarganya saat diterpa penyakit, dan masih banyak lagi ilmu-ilmu yang harus dipelajari seorang ibu. Masih kurangkah perjuangan ibu?

Hadirin yang berbahagia..

Kini, bukanlah saatnya kita menuntut lagi kepada ibu untuk memenuhi hak kita. Ingatlah, ibu pun mempunyai hak yang harus kita beri. Bukan saatnya mengeluh, bersyukur adalah jalan terbaik. Bersyukur diberikan ibu yang hebat, sabar, kuat, dan penyayang.

Hadirin yang berbahagia..

Cukup sekian pidato yang dapat saya sampaikan. Terima kasih atas perhatiannya. Mohon maaf untuk segala kesalahan. 

Wassalamualaikum wr.wb.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
https://i.ytimg.com/vi/VYfUZ-3mG1w/
Ilustrasi


Assalamualaikum wr.wb.

Dewan juri yang kami hormati! para peserta Musabaqah Syarhil Qur’an yang berbahagia, serta hadirin wal hadirat yang dimuliakan oleh Allah.

Yang pertama dan yang paling utama. Tiada pujian yang pantas kita panjatkan selain pada Allah SWT yang telah menggerak getarkan hati, jiwa dan raga, sehingga pada kesempatan kali ini kita dapat berkumpul di tempat ini yang insyaAllah penuh berkah.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah pada junjungan kita Habibana wa Nabiyana Baginda Rasullullah Muhammad SAW , beserta keluarga dan sahabatnya,para tabiin dan tabiatnya  dan insyaallah sampai kita selaku umatnya. Amiin.

Hadirin Yang Berbahagia ....

Napoleon Hill dalam bukunya Megatrends 2000 menjelaskan, “Abad 21 merupakan Abad perkembangan Umat beragama” dapat kita saksikan, lembaga-lembaga pendidikan semakin makmur, masjid-masjid semakin menjamur, pengajian dan pengkajian tidak lagi sebatas forum dan podium melainkan sudah merabah kepada media cetak dan media elektronika. Hal itu patut untuk kita syukuri dengan mengucap Alhamdulillah. Namun sayang, disamping kemajuan yang terjadi pada abad ke-21 ternyata abad 21 telah melahirkan Dekadensi Moral, bobroknya moral yang kian meraja rela.

Hadirin yang berbahagia…

Indonesia pada saat ini sedang mengalami fase kegentingan, dimana tingkat kepercayaan rakyat terhadap pemerintah kian hari kian menurun karena para pemimpin kita banyak terjerat kasus Korupsi. Sehingga bagaimana mungkin reformasi teraplikasi sementara pemimpin kita mengalami dekadensi??. Terlebih kabar berita pada media-media masa di Indonesia tentang pencurian, tawuran, pembunuhan, pemerkosaan, eksploitasi hutan, pergaulan bebas, hingga gerakan terorisme sering menjadi menu harian. Lantas timbul pertanyaan, apa yang harus kita lakukan ??? salah satu jawabannya, berikut tema yang akan kami angkat pada kesempatan kali ini, yaitu “Akhlak Rasululluh sebagai Kunci Perbaikan Dekadensi Moral” yang dilandaskan pada QS. Al – Ahzab ayat 21 :

“ Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan(kedatangan) hari Akhir dan yang banyak mengingat Allah.”

          
Hadirin Yang berbahagia,

Rasulullah merupakan figure yang luhur serta contoh yang tinggi yang harus diikuti dengan sepenuh hati. Sehingga, Abu A’la al maududi dalam bukunya the prophet of islam , mengatakan he is the only one example, rasul merupakan contoh yang paling lengkap,dalam dirinya terdapat kebesaran dan kemuliaan sifat manusia.

Karena begitu  sangat pentingnya Akhlak rasullulah serta Kebesaran sifat beliau sebagai seorang pemimpin yang selalu mengutamakan kepentingan rakyat dan mengutamakan akhlaqul karimah pada akhirnya mampu merobah masyarakat biadab menjadi beradab, berseteru menjadi satu, yang dulunya menyembah berhala kini kembali menyembah allah ta’ala. Sehingga Michael Heart menyebutnya dalam bukunya the one hundred ranking of the most influenting person in history. Hal ini menjadi sebuah pembuktian dari sabdanya :

 إِنَّمَا بُعِثْتُ لاُتَمِّمَ مَكَارِمَ الاَخْلَاقِ

“sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak”

Lantas bagaimana akhlak bangsa kita yang telah mengalami dekadensi, terutama para pemimpin kita saat ini? Jawabannya adalah masih banyak pejabat kita yang bejat yang berani melipat uang Rakyat, masih banyak aparat yang tidak amanat dan bergelimang maksiat serta masih banyak pemimpin  kita yang bergulat di kawasan Korupsi yang pekat.

Hadirin yang berbahagia...

Ditengah kegentingan Negara kita saat ini, ditengan maraknya dekadensi disemua aspek kehidupan, ini menjadi tugas kita bersama agar dapat sama-sama keluar dari lubang buaya kemudian masuk ke pintu syurga. Hal itu taklain dan tak bukan yaitu dengan kita kembali mengimplementasiak ruh Rasulullah ditengah – tengah kehidupan kita.

Sehingga dengan cara ini kita akan mampu hidup bahagia baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun Negara dan bangsa. Dan Allah pun akan menganugerahkan keberkahan kepada kita semua penduduk bangsa ini. Allah SWT berfirman dalam Q.S. Al-A’raf ayat 96 :

 
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

Prof. Dr. Habibie, Presiden ke-3 RI. Beliau mengungkapkan ada 5 hal yang harus diwaspadai bagi generasi muslim saat ini, yaitu :
  1. Lemah fisik
  2. Lemah harta
  3. Lemah ilmu 
  4. Lemah akhlak, bahkan yang paling dikhawatirkan adalah
  5. Lemah aqidah


Oleh karena itu, supaya tidak terjadi kami mengajak generasi muda untuk meninggalkan budaya malas dan putus asa, Peganglah dunia untuk menggapai ridhonya, Singsingkanlah bajumu untuk menggapai cita-cita, Selamatkan negeri, jiwa, bangsa, dan agama.

Wahai pemuda harapan bangsa, ambil sampanmu arungi lautan, patahkan dayungmu tanganmu ayuhkan, robek layarmu, bajumu gunakan, gerakan sampanmu renangi lautan demi mencapai pulau impian.

Dari uraian tadi dapat kita simpulan :

1. Untuk menjadi sebuah Negara yang makmur maka setiap pemimpin wajib bercermin dan mengambil cara serta strategi Rasulullah.

2. Segudang Problematika akan semakin parah ketika langkah yang kita ambil salah, termasuk mengambil figure dalam hidup.


3. Rasulullah merupakan sosok karismatik yang kita akan dapat menemukan jawaban atas masalah yang kita hadapi termasuk Korupsi di negri ini yang sudah menggerogoti hak rakyat demi kepentingan pribadinya ketika kita kembali menghadirkan Ruh Rasullah dalam segala aktifitas kita.

Hadirin itulah yang dapat kami sampaikan..

Hidup sendirian tanpa kekasih


Cukup sekian dan terima kasih

Wassalamualaikum wr.wb.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
The Impact of The Science and Technology Advance
on The Islamic Senior High School Quality

Assalamualaikum wr.wb.

Your excellencess all the juries council
Your excellencess all the teacher of Islamic senior high school
Your excellencess all audiences

First of all, let’s thanks and pray to our god, Allah SWT. Who has given us mercy and blessing, so we can come and gather in this place in good condition.
Second of all, may salutation and peace always be given for our prophet, Muhammad SAW. The last messenger of god, who has guided us from the darkness, from the stupidity, and from jahilliyah to islamiyah.
Third of all, I won’t forget to say thanks to the master of ceremony, who has given me a chance to give a speech.

Ladies and gentleman...

In this opportunity, I’d like to present a speech about “The Impact of The Science and Technology Advance on The Islamic Senior High School Quality”

First, let’s see to the dynamism of Islam’s knowledgment in our country, it has been falling down from a long time. Why? Because, it’s has be declared by the International’s field work. That in Israel country, which has the majority of their inhabitant are Jewish. From one million of them, they have 1600 the master of knowledgment. And in America, which has the majority of their inhabitant are Christian. From one million of them, they have 160 the master of knowledgment. While, in our beloved country, which has the majority of inhabitant are moeslem. We just have 65 the master of knowledgment. And the moeslem of them are just 6 persons.
Whereas, before the 14th century our prophet Muhammad SAW commended to all moeslem, that we should seek the knowledge although to the China. As he said in his prophetic tradition :
اطلبواالعلم ولو بالصين
Mean : look for the knowledgment please! Although you have to go to China.

And we know, today every knowledge can be able to be found in anywhere and every time. Willy nilly, in this era, the knowledge of technology is very important for our life, and for every circle in this world. Like in the circle of school, such in our institute of Islamic senior high school, for a long time we have to be equilited with the knowledge of technology. And we have to know that the knowledge of technology give the positive effect and the negative effect for us, in particular for our Islamic senior high school quality.
And now, what the positive effect from it? With the knowledge and technology we can improve our quality. Because, with the technology we are very easy to look for the new information, and very easy to get the communication each other, and we are very easy to do everything by quick time. Till the quality of Islamic senior high school can’t be different with another school. Is it true?

Ladies and gentleman...

But beside the positive effect, the knowledge of technology also can give the negative effect for our quality and can make our quality worse than other school. As we know how many schools have fallen down with the technology. Because, the misuse of technology can damage the values of Islam religion and can damage the ideology and tradition of the one nation.
     And we have to know the resolution for this problem. And the resolution is with the faithful to our god. Because, Allah has commended us for studyng with the faithful to him. As he said in the first of Al-Alaq :

Mean : Read! In the Name of Your Lord, who has created.

And as Quraisy Sihab said in his al quran perception that “The faith without the knowledge is like the light in baby’s hand, and the knowledge without the faith is like the light in thief’s hand”
That can make the user of technology become a greedy man and very wild.

Ladies and gentleman...

We as a human, we demanded to be faithful people, which have a good character and which have knowledge of technology. Because, we as moeslem generation in Islamic senior high school, we demanded to be the best generation for this religion and for our nation. And let’s realize it with the knowledgment and technology and also with good character. Like in one of the students of islamic scholer statement :

“The nation needs the person or the human which enough knowledge and good character”

Ladies and gentleman...

So, my conclusion of my speech, that there are two effects from technology to the Islamic senior high school’s quality.
First the positive one, can make us same with another school in the quality.
Second the negative one, can damage our quality and behaviour if we as the user, use it without faithful and the good character.

Maybe, enough from my speech. Thanks a lot for your best attention.


Wassalamualaikum wr.wb.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kiriman Lampau

Siapakah Aksa?

Siapakah Aksa?
Aku adalah apa yang kamu baca dan dengar

Ikuti dan Tanya Aku!

  • instagram
  • facebook
  • youtube
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Apa aja yang banyak dicari?

  • [Syarhil] Akhlak Rasulullah sebagai Kunci Perbaikan Dekadensi Moral
    Ilustrasi Assalamualaikum wr.wb. Dewan juri yang kami hormati! para peserta Musabaqah Syarhil Qur’an yang berbahagia, serta ha...
  • Dollar menjadi Raja
    “Waduh! Sembako mahal!” “BBM naik!” “Kemana pemerintah? Kok bahan-bahan pokok jadi mahal!” Itulah beberapa pernyataan yang terlo...
  • Disiplin, Apakah perlu?
    Saat mendengar kata “Disiplin” maka pikiran yang terlintas di benak kita adalah suatu beban atau suatu tanggung jawab yang ...
  • Beasiswa PPA 2019 UIN Sunan Gunung Djati Bandung
    Assalamualaikum! Hallo! Apa kabar? Semoga sehat selalu ya.. Berjumpa lagi dengan Aksa di tahun yang berbeda tapi kabar yang sama...
  • [Story Telling] Malin Kundang (+Video)
    Once upon a time, there was a poor boy named Malin Kundang. He lived with his old mother in West Sumatera. He was very nice boy but he...
  • Mengenal Pilar Budaya Cianjur
    Sejak dahulu, Kabupaten Cianjur sudah terkenal dengan budaya 3M (Maos, Mamaos, Maenpo) yang menjadi ciri Kabupaten Cianjur. Bupati Cianjur...
  • Ruksakna Iman jeung Alam (Bahasa Sunda)
    Sumber: ISNET Dina surat Ar-Rum ayat 40 deugika 42, Alloh negeskeun ka manusa, yén ‘ngayugakeun kahirupan’ , ‘nyiptakeun rejeki’ ajan...
  • [PUISI] Tangis (W.S. Rendra)
    Tangis Karya: W.S. Rendra Ke mana larinya anak tercinta Yang diburu segenap penduduk kota? Paman Doblang! Paman Doblang! Ia la...
  • Best Position Paper Asia World MUN III (Committee OIC)
    Topic : “Discussing the Roles of Member States and the OIC in Response to the Ongoing Refugee Crisis” Commit...
  • Cyberbullying, Tren Generasi Milenial Indonesia
    Source: iam1n4.com Perbincangan mengenai bullying kembali mencuat ke permukaan. Masalah kolot yang biasanya terjadi di sekolah ini b...

Postingan Terbaru!!

Ada Apa Aja?

  • Artikel dan Essai
  • Beasiswa dan Kepemudaan
  • Berani Merasa
  • Cerpen
  • Excel
  • Pidato
  • Puisi
  • Tugas Kuliah

Garis Waktu

  • November 2025 (1)
  • Juli 2025 (2)
  • Desember 2023 (1)
  • September 2021 (1)
  • Agustus 2021 (1)
  • Mei 2021 (1)
  • Maret 2021 (3)
  • November 2020 (3)
  • Oktober 2020 (1)
  • September 2020 (1)
  • Agustus 2020 (6)
  • Juli 2020 (3)
  • Juni 2020 (1)
  • Mei 2020 (3)
  • April 2020 (7)
  • Maret 2020 (5)
  • Februari 2020 (1)
  • Januari 2020 (5)
  • November 2019 (1)
  • Oktober 2019 (1)
  • Juni 2019 (1)
  • Mei 2019 (1)
  • Maret 2019 (1)
  • Februari 2019 (1)
  • Januari 2019 (2)
  • Desember 2018 (6)
  • November 2018 (3)
  • Oktober 2018 (10)
  • September 2018 (5)
  • Agustus 2018 (6)
  • Juli 2018 (3)
  • April 2018 (6)
  • Desember 2015 (8)
  • Juli 2015 (1)
  • April 2015 (1)
  • Maret 2015 (9)

Created with by Aksara Fauzi | Helped by Someone