Kurangnya Penghijauan di UIN Bandung
Hingga pertengahan 2018 tanaman kampus mulai dari rerumputan hingga tanaman-tanaman kecil yang ditanam sepanjang jalan di kampus UIN Bandung ini tak kunjung tumbuh. Terlebih ketika musim kemarau tiba, hanya kekeringan yang saya lihat. Upaya dari pihak kampus untuk penghijauan belumlah terlihat. Terbukti dengan mendahulukan perenovasian gedung rektor, tetapi tidak mengindahkan kehijauan kampus.
Saat musim hujan datang, memang kampus terlihat menghijau, selain itu, terpampang papan peringatan agar tidak menginjak tanaman. Namun hal ini tidak diimbangi dengan kinerja petugas untuk menjaga tanaman. Hal ini pun diperkeruh oleh tindakan mahasiswa yang mengacuhkan peringatan, sehingga tanaman pun hancur karena diinjak.
Sebagaimana yang saya ketahui, kampus semakin gersang, padahal jika dilihat secara geografis, kampus UIN Bandung berada di kaki Gunung Manglayang. Suhu udara pun semakin panas, tidak sesejuk gambaran suhu Bandung, malah cenderung seolah suhu di Sahara. Kegersangan lebih terasa ketika kendaraan berparkiran secara liar menyesaki jalanan kampus. Masalah ini mungkin sekilas sedikit sepele, masih ada hal besar yang lebih penting untuk dibenahi, tetapi bagaimana mungkin kampus besar seperti UIN Bandung tidak bisa menyelesaikan masalah sesepele ini?
Masker menjadi perlengkapan yang wajib dibawa oleh saya dan kebanyakan mahasiswa lainnya. Udara sudah tidak sehat. Polusi ada dimana-mana. Jalanan untuk transportasi dan pedestrian sama sempitnya, sehingga terkadang pejalan kaki harus berjalan di jalan untuk kendaraan dan konsekuensinya adalah terpapar asap knalpot yang berbahaya.
Kalau boleh saya memberi saran, sebaiknya pihak yang terkait dalam manajemen tata ruang kampus serta sarana dan prasarana mesti melangkah lebih dari langkah-langkah kemarin yang sudah dilakukan, seperti dengan menanam rerumputan dan tanaman yang sesuai dengan suhu di kampus dan memilih tanah dan pupuk yang lebih menyuburkan. Setelah itu, untuk perawatan sebaiknya diurus oleh orang yang secara khusus ditugaskan untuk merawat tanaman tersebut. Kemudian untuk mempermudah penyiraman, sebaiknya disediakan keran di setiap lokasi tanaman. Terakhir, jangan bosan-bosan untuk mengajak seluruh mahasiswa mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, bahkan seluruh pengunjung kampus agar bersama-sama merawat gerakan kampus hijau ini.
0 komentar